Dari Al Aswad dan 'Alqamah r.a., keduanya bercerita: "Kami mendatangi 'Abdullah bin Mas'ud di rumahnya. Lalu di bertanya, "Apakah mereka itu solat di belakangmu?" Jawab kami, "Tidak." Katanya, "Bangunlah, mari Solat! . . . Dia tidak menyuruh kami azan dan qamat.
Lalu kami berdiri di belakangnya. Kemudian ditariknya tangan kami, lalu masing-masing kami ditempatkannya disebelah kanan dan kirinya. Ketika rukuk, kami meletakkan tangan kami di lutut, tetapi 'Abdullah memukulnya. Dia mempertemukan kedua telapak, tangannya lalu memasukkannya di antara dua paha.
Tatkala telah selesai solat dia berkata: "Nanti bakal datang para penguasa yang suka terlambat solat dan mengundur-undurkan waktu hingga hampir habis. Apabila kamu lihat hal itu betul-betul telah terjadi, maka solatlah kamu sendirian pada awal waktu, kemudian solat pulalah berjamaah bersama-sama dengan mereka untuk mengambil sunat (menjaga fitnah).
Apabila kamu bertiga, solatlah bersama-sama dan apabila kamu lebih banyak angkatlah salah seorang menjadi imam. Apabila kamu rukuk letakkan kedua lenganmu di atas kedua paha sambil membongkok dan pertemukan kedua telapak tanganmu.
Aku seperti masih melihat Rasulullah SAW mempersilangkan anak-anak jari baginda. lalu 'Abdullah memperagakannya kepada mereka." |